Cara Mengatasi File Hidden atau Tersembunyi lewat CMD

Cara mengembalikan file yang di hidden oleh virus itu gampang sekali karena itu bisa di lakukan tanpa menggunakan software ataupun antivirus kita hanya menggunakan CMD atau Command Prompt bawaan sistem operasi kebetulan saya menggunakan windows 7 jadi langkah-langkahnya adalah sebagai berikut ini untuk mengembalikan file yang di hidden oleh virus tersebut:

cara berikut ini sama saja ketika anda ingin mengembalikan file yang di hidden oleh virus di flashdisk anda, oke langsung saja berikut ini caranya:

- Masuk ke Command Prompt dengan cara Klik Start lalu pilih run kemudian dalam kotak run anda tulis dengan CMD.
- Setelah jendela Command Prompt keluar maka selanjutnya sobat tinggal ketikkan nama drive flashdisk/memory card anda yang diikuti dengan tanda : contohnya: drive flashdisk/memory card anda F maka anda ketikkan F: lalu tekan enter.
- Kini anda berada di dalam drive flashdisk anda, kemudian ketikkan dir lalu tekan enter kemudian lihat hasilnya sudah muncul atau belum file yang anda cari? Jika belum maka ketikkan dir/a kemudian tekan enter kembali lihatlah apakah file atau folder yang anda sekarang sudah terlihat?
-Jika sudah terlihat maka langkah selanjutnya adalah ketikkan attrib –s –h –r /s /d tunggu beberapa detik setelah muncul drive flashdisk pada jendela Command Prompt anda misalnya F:\> maka proses pengembalian file atau folder telah selesai. Selamat Mencoba....

Keterangan:
attrib = string untuk memulai merubah atribut pada Command Prompt
-s = menghilangkan atribut System File
-h = menghilangkan atribut Hidden File
-r = menghilangkan atribut Read Only File
/s = sub directory
/d = directory
dir = melihat isi dari sebuah directory
dir /a = melihat isi dari sebuah directory beserta atribut file nya juga berfungsi untuk menampilkan file hidden.
Cara Mengembalikan File/Folder Yang Di Hidden Oleh Virus
BacaSelengkapnya...

Semua ICON.EXE berubah menjadi Windows Media Center

Semua Icon .Exe Berubah Jadi Windows Media Center itulah masalhnya.
File apapun yang dibuka selalu mengarah ke Windows Media Center pada Windows 7,
itulah keluhan yang di katakan oleh teman saya pass di sekolah jadi saya bingung
karna baru pertama kali saya mengalami hal semacam ini..
setelaah saya carai-cari di google dan akhirnya saya dapat solusinya..
langsung aja ke TKP

Yang akan kubahas di sini adalah repair regedit.
Karena laptop yang datang ke saya adalah OS Windows 7 maka saya jujur ini belum saya coba pada Windows XP.
Inilah langkah-langkahnya;
1.download dulu EXEFIX yang sudah saya sediakan
2.Setelah download silakan klik kanan pada file tadi lalu klik [ektrak file]
3.Klik kanan pada ikon “exefix_vista-7” lalu pilih merge.
4.Setelah itu jika ada konfirmasi, jawab saja Yes atau OK
5.Setelah semua selesai, refresh komputernya.
6.Jika pada langkah 5 belum ada perubahan silakan restart komputernya lalu tes lagi
Mudah-mudahan selesai masalahnya. :D
BacaSelengkapnya...

CARA MENGATASI KOMPUTER/LAPTOP LAMBAT

Komputer atau laptop sangat lambat/lelet? tidak seperti saat pertama di beli. Hampir setiap orang pasti pernah mengalami keadaan seperti ini. Mungkin ini adalah hal lama, tapi apakah anda sudah tau cara mengatasinya? Jika belum silahkan tips berikut ini. Untuk mengetahui mengapa komputer bekerja lambat, lemot, berat, maka kita perlu tahu program-program yang menggunakan memori yang besar. Cara mengeceknya dengan ‘Task Manager’.
Ctrl+Alt+Del >> Task Manager >> tab “Process”
Di sini dapat terlihat aplikasi yang memakan memori. Silahkan di-close/end process program-program yang tidak diperlukan. Bersihkan harddisk dengan antivirus terupdate. Gunakan antivirus yang lokal maupun interlokal.
Matikan Start-Up Application. StartUp Application adalah program-program yang berjalan otomatis ketika kita mulai menjalankan Windows. Cara untuk mematikannya:
“Start” >> “Program” >> “Startup”
Lalu Delete semua icon yang ada di folder StartUp. Ada banyak start-up program lain yang mungkin tidak terdeteksi di folder start-up. Untuk mematikan program-program ini, bisa memakai program bernama “Whats Running”. Cara menggunakannya ialah:
Jalankan aplikasi What’s Running >> Tab “Startup” >> uncheck semuanya
Untuk Windows 7:
Control Panel >> Performance Information & Tools (manfaatkan fitur search)>> Adjust Visual Effects
Di tab “Visual Effects”, pilih “Adjust for best performance”. Atau di list yang terdapat di bagian bawah, silahkan uncheck tampilan visual yang tidak diperlukan. Karena semakin banyak yang di-check, maka semakin banyak memori yang digunakan.
gunakan program “TuneUp Utilities”. Program ini dapat menyelesaikan almost semua masalah penyebab komputer lambat (termasuk menggunakan solusi-solusi #1 – #4). Aktifkan Turbo Mode agar kompi bekerja dengan lebih cepat.
gunakan program bernama CCleaner. Program ini berfungsi menghapus data-data yang “kurang” diperlukan yang biasanya memakan memori komputer. Seperti temporary files, unused icons, permasalahan registry, cache, cookies, dll.
Berikut 10 Penyebab komputer lambat dan cara mengatasinya.

1. Komputer lambat karena kekurangan Memory
Masalah komputer lambat karena minimnya RAM yang terpasang merupakan hal yang umumnya sudah diketahui oleh semua pengguna komputer.

Untuk itu cobalah cek kapasitas memory yang terpasang, untuk komputer sekelas Intel Pentium 4 dengan OS Windows XP dan aplikasi standar sebaiknya upgrade-lah memory menjadi minimal 1 GB.

2. Komputer lambat karena terlalu banyaknya program yang terinstall.
Secara pribadi saya sering menemukan komputer terutama milik pribadi yang di-install bermacam-macam program didalamnya, padahal aplikasi tersebut jarang atau bahkan tidak pernah digunakan sama sekali.

Periksalah program apa saja yang terinstall dikomputer dengan cara klik Add/Remove Program di Control Panel dan un-install program-program yang hanya menjadi "accesories" tersebut.

3. Komputer lambat karena terlalu banyak startup programs dan service yang berjalan.
Hal ini berkaitan dengan point no 2, semakin banyak program yang terinstall, semakin banyak pula program dan service yang akan dijalankan ketika windows startup.

Untuk menonaktifkan startup program dan service yang berjalan otomatis tersebut, masuklah ke "System Configuration Utility" dengan cara ketik: msconfig pada menu run, kemudian pada tab service dan startup lakukan uncheck terhadap aplikasi-aplikasi yang tidak diperlukan.

Untuk melihat aplikasi apa saja yang sedang berjalan, kita bisa menggunakan tool Prosesexplorer. Dengan tool ini kita dapat melihat dan menonaktifkan (kill) aplikasi apa saja yang tidak diperlukan atau dicurigai sebagai virus.
ProcessExplorer
Download Process Explorer disini

4. Komputer lambat karena Temporary File yang sudah membengkak
Penyebab komputer lambat yang ke empat adalah sudah membengkaknya file-file temporary (sementara). Untuk Windows Xp lokasi file tersebut ada di:"C:\Documents and Settings\nama_user\Local Settings\Temp" dan"C:\WINDOWS\Temp".

Untuk membersihkannya, delete-lah file-file yang terdapat di kedua lokasi tersebut atau jalankan program Disk CleanUp dengan cara klik start-run, ketik: "cleanmgr" lalu pilih drive yang akan di-cleanup.

5. Komputer lambat karena terlalu banyak program yang berfungsi sebagai "security program"
Security program seperti program antivirus dan firewall merupakan aplikasi tambahan yang harus ada pada komputer, tetapi janganlah terlalu berlebihan misalnya dengan menginstall 2-3 program antivirus sekaligus.

Untuk masalah security windows, yang terpenting adalah lakukan update, aktifkan firewall dan gunakan antivirus yang tidak membebani komputer seperti misalnya PCMAV Antivirus serta berhati-hatilah ketika menggunakan USB Flashdisk / Memory Card.

6. Komputer lambat karena masalah pada hardisk
Hardisk merupakan komponen kedua setelah RAM yang bisa menyebabkan komputer menjadi lambat. Masalah Komputer lambat yang disebabkan oleh hardisk ini diantaranya karena:
- hardisk low space
- hardisk yang terfragmentasi
- hardisk yang sudah lama, sehingga rpm-nya menurun
- hardisk error / bad sector

Cara mengatasi komputer lambat karena masalah pada hardisk diatas adalah:
- upgrade kapasitas hardisk dengan menambah atau ganti hardisk
- lakukan defragmenter pada hardisk secara berkala
- hindarkan hardisk dari debu, goncangan dan panas berlebih.
- perbaiki kerusakan pada hardisk dengan tool checkdisk.

7. Komputer lambat karena adanya virus, malware atau spyware pada komputer.
Apabila komputer kita sudah terlebih dahulu terserang virus atau malware, maka sebaiknya jalankan Windows Safe Mode, matikan fasilitas system restore dan gunakanlah program Virus Cleaner seperti misalnya Norman Malware Cleaner untuk membersihkan virus atau malware tersebut dan lakukan pula update pada sistem operasi.

8. Komputer lambat karena System Files ada yang corrupt atau bahkan hilang.
Biasanya terjadi setelah komputer terinfeksi virus dan file-file yang terinfeksi tersebut terlanjur rusak atau terdelete oleh antivirus. Solusi yang paling gampang adalah dengan merepair sistem operasi yang digunakan.

9. Komputer lambat karena masalah hardware overheat.
Hardware overheat baik itu terjadi pada hardisk, vga card, processor atau cpu secara umum bisa menyebabkan menurunnya kinerja komputer yang pada akhirnya komputer menjadi hang, lambat atau bahkan sering restart. Untuk itu pastikan sirkulasi udara pada bagian dalam CPU berjalan dengan baik begitu juga pada fan (kipas angin) harus bersih dari debu dan dapat berputar dengan lancar.

10. Komputer lambat karena adanya masalah konektifitas pada jaringan / network
Hal ini bisa terjadi karena trafic jaringan yang tinggi, hub atau switch yang hang atau adanya virus yang mencoba masuk ke sistem komputer kita. Untuk mengatasinya, coba lepas dan pasangkan kembali konektor RJ45 pada LAN Card atau Roset LAN, restart Switch / hub dan gunakan program Port scanner untuk melihat packet data apa saja yang masuk dan keluar dari komputer kita.

Dikutip dari: http;koarmabar.tnial.mil.id/m/doc/read/243
BacaSelengkapnya...

Andai Angin Itu Cinta


Tersentak jari – jemari rasanya ingin digoyangkan menulis sesuatu yang tak biasa ditulis seperti hari – hari kemaren, getaran semakin kuat untuk menulis, gerangan ada apa dengan hati ini ??? tidak disangka seperti datang tak diundang, rupa – rupanya tak sadarkan diri hati ini ingin menulis sebuah perasaan yang sangat dalam. Atau mungkin dengan kata lain ini kah perasaan cinta ??? bisa jadi sepertinya iya,!! soalnya rasa yang satu ini memang sangat berbeda dengan hari sebelum – sebelumnya.
Entah angin apa kok bisa seperti ini, benih – benih rasa tampaknya mulai merasuk kedalam sekujur jiwa yang memang sedang merasakan kesepian. Andai engkau angin mau menememani dalam kesepian ini, maka dengan lebar terbuka pintu hati ini yang memang kebetulan ruangan hati sedang kosong, dan berharap engkau angin bisa merasuk kedalam jiwa – jiwa yang lagi terdampar kesepian dalam kesendirian. Tentunya pasti akan menjadi kebahagian yang mengasikan jikalau permintaan itu bisa terwujud.
wahai engkau angin !!! jangan biarkan jiwa ini sendiri, beri kesejukan agar jiwa yang lemah bisa bangkit dan semangat selalu bergelora. Sudah lelah dalam sepi, kini mungkin saatnya untuk memulai bermain – main jiwa agar ada canda gurau. Mudah – mudahan harapan ini tidak pupus begitu saja, karena sesungguhnya benar – benar ada rasa cinta dalam jiwa yang sedang bergejolak.
Mendekatlah wahai angin harapan, bersamamu pasti akan terasa indah dan bahagia !!!!
BacaSelengkapnya...

Kesuksesan Kita

Dalam meraih kesuksesan sebaiknya jangan hanya mengandalkan kekuatan otak semata. Karena otak atau pikiran merupakan sesuatu yang terbatas dan bersifat sementara. Berusahalah menggunakan kekuatan hati nurani, menggunakan kekuatan kejernihan hati dengan seimbang. Gunakanlah kekuatan hati yang positif, karena dialah sesungguhnya diri sejati Anda. Hatilah tempat sifat mulia Allah swt Sang Pencipta bersemayam di dalam diri kita. Dengan senantiasa menggunakan kekuatan hati, mendengarkan suara hati, akan membawa manusia menjalani kehidupan dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan. Kalau seseorang dapat merasakan kedamaian hati dan kebahagiaan hati, maka akan memiliki hidup yang penuh dengan Sukses dan kemuliaan.

Renungkanlah.

Siapa yang tau sampai kapan kita hidup?!
Siapa yang tau berapa lama lagi kita harus menebus semua dosa?!
Siapa yang tau takdir apa yang akan terjadi pada kita?!
Siapa yang tau setelah mati kita akan ditempatkan dimana, surga atau neraka?!

Siapa yang tau apa yang akan terjadi besok?!
Apa kita masih dapat berjalan seperti hari ini
Apa kita masih bisa membaca seperti saat ini
Kegembiraan yang kita rasakan dapat langsung berubah hanya dalam satu kedipan
Seberapa besar kuasa manusia tuk melawan kata ”kun”
Hanya dengan 0.005 detik atau bahkan kurang dari itu semua dapat terjadi
Harta, nyawa dan segalanya menjadi tak berarti dan kan lenyap tanpa kompromi
Apa yang dapat diperbuat manusia?!
Membayangkan saja tak sanggup

Apa kamu punya ”tabungan” untuk menghadapinya?!
Siapkanlah imanmu mulai dari sekarang

BacaSelengkapnya...

Menjunjung Etika Dan Moral Dalam Diklat


1. LATAR BELAKANG
     Dalam keseluruhan proses Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), pembelajaran merupakan aktivitas yang paling utama. Ini berarti bahwa keberhasilan pencapain tujuan pendidikan dan pelatihan banyak tergantung pada bagaimana proses pembelajaran berlangsung. Terselenggaranya proses pembelajaran yang efektif dan optimal karena adanya peran serta para pelaku diklat yang meliputi Panitia, Fasilitator dan Narasumber serta Peserta.
    Dalam proses diklat, faktor panitia dan fasilitator mempunyai tugas sebagai perencana, pelaksana dan sebagai penilai keberhasilan peserta diklat. Diperankannya para Narasumber sebagai penyampai inti materi diklat, maka semakin lengkaplah faktor-faktor pendukung suatu kediklatan yang akan menggol-kan tujuan diklat dengan penyelenggaraan yang bermutu . Semua tugas tersebut dilaksanakan dalam upaya untuk melancarkan kegiatan pendidikan dan pelatihan agar peserta mendapatkan pengetahuan, kamahiran dan keterampilan serta nilai dan sikap tertentu yang akan menjadi perilaku dirinya. Agar peserta mempunyai nilai dan sikap yang diharapkan yang sesuai dengan standar sikap dan perilaku yang berlaku umum dimasyarakat, maka panitia dan fasilitatorpun harus mampu menunjukkan cermin dirinya sebagai suri tauladan yang baik dimata para peserta.

>>    Namun ada beberapa alasan penting yang menjadi kendala ketidak suksesnya kediklatan, diantaranya adalah:
a. Sering terjadi tidak konsistennya Panitia menerapkan Tata Tertib dan nilai –nilai yang telah disepakati dalam Pengarahan Program baik terhadap kedisilpinan Jadwal Kegiatan, terhadap Akomodasi dalam penyediaan sarana dan prasarana, terhadap Konsumsi maupun terhadap Kegiatan Orientasi Lapangan/Studi Banding yang berakibat sering munculnya komplain dari para peserta. Maupun fasilitator/narasumber.
b. Sering dikeluhkan baik oleh para panitia maupun peserta akan ketidak tepatan kehadiran yang sesuai dengan kesepakatan jadwal tugas pada: hari/tanggal dan jam kehadiran tugas Fasilitator/ Narasumber , interaktif pembelajaran yang monoton, dan pemberian tugas yang tidak tuntas, membosankan dan terlalu monopoli serius sehingga komunikasi edukatif sangat terbatas bagi para peserta, bahkan adanya tabiat emosional yang terbawa, maka iklim kelas pembelajaran yang kondusifpun sulit diciptakan .
c. Dari hasil beberapa pengamatan dan evaluasi kediklatan, para Peserta juga sering ditemukan melakukan ketidak disiplinan dan ketidak kepatuhan terhadap Tata Tertib dan atauran-aturan yang telah disepakati bersama dalam acara Pengarahan Program.

     Guna memberi pemahaman dan pengendalian terhadap para pelaku diklat dalam mewujudkan suasana diklat yang menjujung nilai-nilai disiplin, patuh, konsisten dan konsekuen serta terciptanya suasana kediklatan yang kondusif dalam segala aktivitasnya, maka diperlukan adanya kesadaran bersama untuk senantiasa menegakkan dan menjujunjung tinggi standar etika dan moral yang berlaku umum di masyarakat maupun yang berlaku khusus selama dalam ajang
kediklatan.

      Standar etika dan moral yang bagaimanakah yang layak dijadikan cermin kepribadian bagi setiap individu dalam kehidupan sehari -hari ?. Tentunya etika dan moral yang sama-sama kita junjung tinggi dalam norma -norma kehidupan bersama, sebagaimana terdapat dalam beberapa definisi berikut ini.

2. PENGERTIAN ETIKA DAN MORAL

      Menurut Bertens (1999:6) etika mempunyai 3 arti : Pertama, etika dalam arti nilai-nilai atau norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Kedua, etika dalam arti kumpulan asas atau nilai moral. Ketiga, etika dalam arti ilmu tentang yang baik atau buruk. Menurut Algemon D.Black (1990:11) etika adalah ilmu yang mempelajari cara manusia memperlakukan sesamanya dan apa arti hidup yang baik. Etika mempertanyakan pandangan orang dan mencari kebenarannya.
   Etika merupakan perangkat nilai -nilai yang bersumber dari ajaran agama dan budaya yang hidup ditengah masyarakat yang menjadi acuan buruk baik dan berfungsi sebagai pendorong, penuntun dan kendali bagi sikap, tindakan dan perilaku seseorang dalam menjalankan aktivitasnya untuk mewujudkan kehidupan manusia yang bermartabat (human dignity).

      Mengenai definisi ”moral”, berasal dari bahasa Latin mos, mores (adat istiadat, kebiasaan, cara, tingkah laku, kelakuan, tabiat, watak, akhlak dan cara hidup), (Lorens Bagus, 1996:672). Dalam bahasa Inggris dan Indonesia (Kamus Bahasa Indonesia, l998), kata mores yang kemudian menjadi ”moral”,masih dipakai dalam arti yang sama. Istilah moral lebih sering dipergunakan untuk menunjukkan kode, tingkah laku dan adat atau kebiasaan dari individu atau kelompok -kelompok. Secara harfiah istilah moral sebenarnya berarti sama dengan istilah etika, tetapi dalam prakteknya istilah moral sebenarnya telah jauh berbeda dari arti harfiahnya. Moral atau moralitas ini dilandasi oleh nilai -nilai tertentu yang diyakini oleh seseorang atau organisasi tertentu sebagai sesuatu yang baik atau buruk, sehingga bisa membedakan mana yang patut dilakukan dan mana yang tidak sepatutnya dilakukan.

3. ETIKA DAN MORAL YANG DI MILIKI PANITIA, FASILITATOR DAN PESERTA DIKLAT

3.1. Etika dan Moral Panitia
   Diantara etika dan moral yang berkaitan dengan tugas -tugas kepanitiaan pendidikan dan pelatihan adalah:
a. Menjunjung tinggi kehormatan dan martabat sesama panitia, fasilitator dan para peserta
b. Konsekuen dan konsisten dalam mentaati tata tertib dan segala aturan-aturan yang disepakati bersama dalam Pengarahan Program
c. Bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan bersemangat untuk kepentingan kediklatan
d. Memelihara dan menghargai persamaan dan perbedaan tugasnya masing - masing antara panitia, fasilitator dan peserta
e. Berupaya menciptakan dan memelihara suasana kerja yang kondusif
f. Menggunakan dan memelihara sarana dan prasarana milik negara dengan sebaik-baiknya
g. Mentaati ketentuan jam kerja
h. Memberikan pelayanan dengan sebaik -baiknya kepada pihak-pihak terkait
i. Bertindak dan bersikap tegas, tetapi adil dan bijaksana kepada semua pihak
j. Menjadi dan memberi contoh serta teladan yang baik
k. Berpakaian rapi, sopan serta bersikap dan berperilaku budi pekerti yg luhur
l. Menjaga pergaulan yang wajar dengan mengedepankan nilai-nilai etik dan normatif

3.2. Etika dan Moral Fasilitator
  Etika dan moral bagi Fasilitator baik terhadap Panitia maupun para Peserta
adalah:
> a. Menghargai dan menjunjung tinggi kerja panitia kaitannya dengan pemberian tugas mendiklat baik tentang penetapan hari/tanggal dan jam tugas sebagaimana terdapat dalam jadwal diklat
> b. Memiliki komitmen yang tinggi untuk menerapkan etika dan moral dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalnya
> c. Menjalin semangat kerjasama yang membangun kepada panitia pengelola diklat guna memaksimalkan proses diklat untuk memperoleh optimalisasi hasil diklat
> d. Menjalin kerjasama edukatif terhadap peserta diklat agar pembelajaran menjadi interaktif dan efektif sehingga tercipta suasana pembelajaran yang kondusif
> e. Melaksanakan tugas dengan penuh dedikatif, inovatif, kreatif dan produktif guna mendukung kualitas tugas yang diemban serta menunjukkan cermin dirinya sebagai fasilitator yang memiliki performance yang kualife id
> f. Berniat bahwa pembelajaran yang diberikan kepada para peserta yang dilandasi penuh tanggungjawab dengan menjunjung tinggi nilai -nilai etika dan moral, agar membawa manfaat serta meningkatkan sikap dan perilakunya yang baik
> g. Memberikan penghargaan dan p enghormatan yang setinggi –tingginya terhadap kehidupan manusia yang penuh muatan etika dan moral, baik sebagai individu maupun kelompok
> h. Mengembangkan wawasan, ide-ide, strategi, teknik-teknik serta menerapkan etika dan moral pembelajaran secara tepat denga n mengedepankan menghormati dan menghargai kemampuan dan aktivitas masing –masing peserta.

3.3. Etika dan Moral Peserta
> a. Menghargai dan menjunjung tinggi upaya -upaya panitia dalam memfasilitasi segala kebutuhan diklat baik yang berkaitan denga n kebutuhan administrasi peserta maupun kebutuhan sarana prasarana
> b. Mematuhi segala Tata Tertib yang telah ditentukan agar tercipta suasana diklat yang kondusif
> c. Disiplin dalam segala aktivitas diklat guna menciptakan ketertiban dan kelancaran diklat
> d. Menjunjung tinggi nilai -nilai dan norma-norma pergaulan baik terhadap panitia, fasilitator maupun sesama peserta.
> e. Menerapkan etika dan moral secara penuh kesadaran dalam semua kegiatan diklat baik didalam kelas maupun diluar kelas, baik terhadap panitia, fasilitator maupun terhadap sesama peserta.

4. CARA MENYIKAPI DAN MELAKSANAKAN ETIKA DAN MORAL DALAM DIKLAT
       Sebagai petugas pelaksana diklat harus memahami apa etika dan moral pembelajaran itu, mengapa etika dan moral pembelajaran itu diperlukan, serta bagaimana cara menyikapi dan melaksanakan etika dan moral dalam melaksanakan proses kediklatan.

      C. E. Vandzandt (1990) mengemukakan bahwa kualitas professional ditunjukkan oleh lima unjuk kerja, yaitu: (1) keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati standard ideal, (2) meningkatkan dan memelihara citra profesi, (3) keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengetahuan dan keterampilan, (4) mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi, dan (5) memiliki kebanggaan terhadap profesi.

       Berdasarkan pada apa yang dikemukakan oleh C. E. Vandzandt, maka penyiapan secara positif terhadap etika dan moral pembelajaran akan menunjang kualitas profesional yang ditandai oleh kelima unjuk pernyataan diatas. Disamping itu juga sesuai dengan tugas panitia dan fasilitator dalam pengelolaan diklat dan pembelajaran harus mampu menciptakan hal-hal sebagai berikut:
(1) membangun hubungan baik dengan para peserta
(2) menggairahkan minat, perhatian, dan memperkuat motivasi diklat dan belajar,
(3) mengorganisasi kegiatan -kegiatankediklatan ,
(4) melaksanakan pendekatan secara tepat,
(5) mengevaluasi hasil diklat secara jujur dan obyektif, dan
(6) melaporkan hasil diklat secara keseluruhan kepada atasan, yang berguna bagi orientasi masa
diklat-diklat berikutnya.

     Penyikapan pada umumnya mengandung unsur-unsur kognisi, afeksi, dan perlakuan terhadap obyek yang disikapinya(Prayitno dan Erman Amti, 1999). Unsur kognisi mengacu kepada wawasan, keyakinan, pemahaman, pertimbangan dan pemikiran para fasilitator tentang hakikat peserta diklat, pengaruh lingkungan dan hakikat pembelajaran. Unsur-unsur kognisi yang mendasari penyikapan terhadap etika dan moral pembelajaran ialah sebagai berikut:
1. Keyakinan bahwa para peserta sebagai makhluk sosial yang sedang berkembang sarat dengan masalah etika dan moral.
2. Pemahaman bahwa dalam proses pendidikan dan pelatihan, peserta dapat belajar dari berbagai macam sumber, termasuk dari panitia dan fasilitator yang penuh dengan muatan etika dan moral.
3. Pemahaman bahwa pembelajaran yang diberikan oleh fasilitator mampu memberikan manfaat pada peserta bila didasarkan pada etika dan moral pembelajaran.
4. Pertimbangan dan pemikiran cermat, jernih, teliti, manusiawi, dan penuh tanggung jawab yang dilandasi etika dan moral akan mampu membelajarkan peserta diklat menuju pada pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

       Unsur-unsur kognisi tersebut diatas dapat diturunkan ke dalam bentuk-bentuk pola perilaku afektif, misalnya:
1. Memberikan penghargaan dan penghormatan yang setinggi –tingginya terhadap kehidupan manusia yang penuh muatan etika dan moral, baik sebagai individu maupun kelompok.
2. Memiliki komitmen yang tinggi untuk menerapkan etika dan moral pembelajaran dalam proses pembelajaran sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
3. Berupaya, sesuai dengan keahlian yang dimiliki, ikut mengimplementasikan dan mengembangkan secara optimal etika dan moral pembelajaran pada para peserta diklat secara profesional dalam proses pembelajaran.
4. Berusaha seoptimal mungkin menerapkan k eahlian yang dimiliki untuk membelajarkan peserta dengan dilandasi oleh etika dan moral pembelajaran, dan dengan cara yang setepat mungkin.

5. KESIMPULAN
            Dari uraian tersebut diatas, dapatlah dsimpulkan sebagai berikut:
a. Masalah etika dan moral dalam Pendidikan dan Pelatihan merupakan hal penting yang harus dijunjung tinggi dan diperhatikan secara serius karena mempunyai dampak yang sangat berarti dalam menciptakan kondusifitas kediklatan.
b. Standarisasi etika dan moral adalah standar yang berlaku umum di masyarakat sehingga penerapan etika dan moral dalam kediklatan tidaklah mengalami kesulitan. Penerapan etika dan moral itu sendiri lebih bersifat peningkatan sikap dan perilaku bagi setiap individu pelaku diklat, agar lebih memiliki kepribadian yang bijak dan bersahaja.
c. Siapa saja yang terkait dalam kediklatan harus menyikapi secara positif pentingnya etika dan moral dalam suatu pendidikan dan pelatihan. Dari sikap yang positif tersebut, kita akan mempunyai komitmen yang tinggi untuk menerapkan etika dan moral dalam kediklatan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan kepribadian kita, sehingga dapat dijadikan model keteladanan sebagai pribadi yang paripurna.
BacaSelengkapnya...

Wajah Ibukota Kita

      Berbagai karakter dari berbagai penjuru pelosok negri Indonesia berbondong - bondong hijrah ke ibukota. Bermacam – macam ras, golongan, suku, agama, kelompok, semua yang berlatar belakang berbeda ada di ibukota. Ini tampaknya Urbanisasi, perpindahan penduduk dari desa ke kota !!! gerangan apa yang mereka cari di ibukota yang lebih kejam dari ibu tiri.?? Ibukota tidak seindah yang dibayangkan sewaktu masih dikampung, saat melihat wajah televisi, yang dipaparkan kehidupan glamor kota metropolitan seolah – olah ibukota itu tempat yang asyik,nyaman,sejahtera untuk bertahan hidup layaknya surga. Padahal, dibelakang itu masih banyak masyarakat hidup dalam keterbatasan dan tidak semua bisa merasakan indahnya ibukota. Kemacetan yang setiap hari terjadi adalah salah satu yang sangat mengundang perhatian, kendaraan baik itu roda empat ataupun roda dua sudah menjadi pemandangan rutin entah itu pagi,siang,sore, maupun malam, pasti selalu macet dititik – titik ibukota. Lalu semakin menumpuknya kendaraan – kendaraan yang setiap hari selalu bertambah membuat parahnya kemacetan di ibukota, hal ini juga menimbulkannya kecelakaan dalam berkendaraan setiap tahunnya juga selalu meningkat, ini kah ibukota yang dibilang nyaman. ?? memandang kemacetan saja sudah terasa lelah !!! belum lagi ditambahnya musibah yang sering terjadi, seperti dimusim kemarau yang sering terjadi adalah kebakaran dipemukiman – pemukiman masyarakat. Tiba saatnya musim penghujan maka setiap warga ibukota waspada hadirnya banjir. Bagaimana bisa tidur nyenyak di ibukota, kalau selalu dirundung perasaan was - was setiap saat. masihkah ingin berbondong pindah ke ibukota ??!! Lalu hal lain yang bisa di lihat dibalik indahnya wajah ibukota yaitu ditepi jalanan, dikolong jembatan, di lampu merah, di pemukiman yang kumuh, banyak saudara – saudari yang kondisinya sangat memprihatinkan !! mereka adalah gerombolan orang lemah, seorang yang miskin mengandalkan hidup dijalanan menjadi pengemis,peminta-minta,dan pengamen. Bekerja sekuat tenaga menguras keringat demi sesuap nasi untuk bertahan hidup atau menyambung nyawa. Seperti itulah sekiranya ibukota yang keras, tak jarang kriminalitas juga setiap harinya selalu ada. panorama gedung – gedung tinggi berbintang dan mewah, orang – orang berkemeja dan berdasi, ternyata dibelakangnya masih banyak orang – orang yang kurang diperhatikan. Banyak dari mereka yang membutuhkan uluran tangan dari seorang dermawan. Memang mengerikan ibukota untuk bisa mempertahankan hidup. Semakin padat penduduk semakin sesak nafas ini, bahkan terasa semakin panas !!! ibukota, siapa bisa berkuasa maka ia lah raja. Seakan – akan ini lah hukum rimba ! yang kuat tidak ada larangan menindas yang lemah !!!!
BacaSelengkapnya...

orang pinggiran




Hujan malam ini mengundang dan mengingatakan kehidupan orang penggiran yang betapa lemahnya mereka untuk bisa mendapatkan sesuap nasi dalam hidup kemiskinan. Perjuangan untuk mempertahankan hidup selalu mereka hadapi dengan berbagai ujian dan cobaan. Mereka pantang menyerah, mereka selalu semangat, mereka selalu tersenyum walau badai derita meliputi kehidupannya !!! alangkah hebatnya mereka bisa menerima kekurangan dengan ke ikhlasan. Mungkin mereka miskin secara materi yang hanya hidup sering menahan lapar dan tinggal dalam gubug reot yang apabila terkena angin mudah roboh, terkena hujan maka atap – atapnya tempat berteduh bocor. Namun, miskinnya mereka dalam materi membuat mereka kaya akan jiwa, pandai bersyukur, pandai mendekatkan dirinya pada sang pangeran penguasa alam jagad raya, yaitu Allah SWT.
Zona tidak nyaman mereka geluti tiap hari berprofesikan tergantung pada musim alam, dimana alam adalah sahabat mereka dalam roda – roda kehidupan. Penghasilan yang begitu minim membuat mereka berpandai – pandai mengelola atau membagi kebutuhan dalam keterbatasan sehari-hari. Lalu berpangku pada kesehatan karena yang satu ini adalah tonggak dimana fungsi paling penting untuk menyambung nyawa. Ketika sakit maka tak ada daya, jangankan biaya untuk berobat, untuk mengganjal perut saja butuh pengorbanan dan perjuangan. Ini kah yang disebut belajar pada kesabaran ??!
Luar biasa !!! indahnya raut wajah mereka kala bisa tersenyum dan tertawa bersama keluarga ataupun lingkungan masyarakat sekitar walau yang sebenarnya yang dialami adalah kehidupan lara. Sekiranya itu lah penghibur hati penenang diri disaat-saat kebersamaan.!! menutup keluh kesah dengan saling berbagi karena disitulah cara mereka menemukan kebahagian.
Ini lah kehidupan orang pinggiran, menempuh berbagai cara untuk sebuah kesejahteraan !!! mengandalkan diri dengan apa yang ada di alam serta berharap ridho illahi. Betapa Perjalanan hidup yang ditempuh berhadapan dengan kerikil – kerikil tajam yang bisa mengoyakan jiwa dan raga. Namun, tetap tegar dan selalu siap dengan terpaan – terpaan yang menghadangnya..!!! apa yang menimpa adalah ratapan yang selalu membawa makna dan hikmah pada kehidupan.


BacaSelengkapnya...

Dilema Arjuna



Langit padang kurusetra siang itu terlihat gelap karena diselimuti awan hitam. Suasana tampak suram dan kelabu. Angin bertiup kencang. Mengibarkan panji – panji dan bendera pasukan yang berdiri digaris terdepan.
Ku lihat wajah mereka bergairah oleh gelora patriotisme yang membakar dada. Inilah saatnya pembuktian, siapa paling unggul diantara pandawa dan kurawa. Siapa paling berhak atas tahta astina.
Aku berkeliling dengan kudaku untuk memeriksa kesiapan para prajurit pandawa. Mereka terlihat sangat siap dengan segala perlengkapan perang tersandang dibadan. Baju besi, tameng, pedang, panah, tombak, gada, kereta perang, bahkan belati terselip di pinggang. Sungguh kali ini perang bukan sekedar permainan kata – kata dimeja perundingan, tapi benar – benar akan dikobarkan.
Usai memeriksa kesiapan pasukan pandawa, aku lalu melihat kesiapan pasukan kurawa diseberang. Dengan alat teropong aku bisa menyaksikan perkemahaan kaum kurawa, ribuan prajurit astina yang berdiri digaris terdepan. Aku juga bisa melihat para kesatria kurawa, panglima perang mereka. Diantara mereka terlihat wajah – wajah yang tak asing lagi seperti guru besar dorna, kakek bisma, paman sengkuni, duryudana, dan saudara – saudaranya. Mereka sejatinya adalah keluargaku juga.
Tiba – tiba hatiku diliputi rasa miris dan kelu. Kusadari bila perang besar ini bukan sekedar pembuktian salah dan benar, siapa paling unggul, tapi juga sebuah pembantaian. Pertumpahan darah antara keluarga, sanak sauudara, kawan dekat, tetangga, kerabat, dan satu bangsa. Masih perlukah perang ini dikorbankan bila musuh yang dihadapi tak lain adalah saudara sendiri.?? Tega kah kami membunuh sanak kandang kami sendiri?? Gugat suara dalam hatiku. Bulu kudukku tiba – tiba meremang diliputi perasaan tak karuan. Hatiku menjadi goyah.
Aku lalu bergegas ke kemah sri kresna. Bisa kurasakan gemetar badanku saat berhadapan dengan titisan wishnu itu.
“wahai, suami laksmi yang bijaksana. Tidakkah sebaiknya perang ini diberhentikan sebelum jatuh korban?” cutusku gundah.
“ada apa, arjun? Kenapa tiba – tiba kamu minta perang ini dihentikan? Apa yang terjadi padamu?” Tanya sri kresna malah heran.
“ aku tak mau jatuh korban yang tak berdosa, kakang. Kita berperang bukan melawan siapa – siapa, tapi melawan keluarga sendiri. Aku tak sanggup melakukannya.!”
“kenapa hatimu jadi lemah. Kamu jangan dikuasai sentimental. Mereka memang keluargamu, tapi menegakkan gebenaran tak mengenal keluarga atau teman. Jika ingin memperjuangkan kebenaran dan keadilan, tutuplah kedua mata dari segala pandangan. Pusatkan hati dan pikiran kepada inti kebenaran. Peperangan yang kita kobarkan kepada kurawa bukan bertujuan memusnahkan mereka, tapi memusnahkan kejahatan yang ada dalan diri mereka !!”
“tapi, kakang. Haruskah menegakkan kebenaran dilakukan dengan jalan perang? Dimanakah kita menempatkan perikemanusian yang berdasarkan pada cinta kasih???”
“bagaimana kalau perikemanusiaan dicederai? Apakah kita diam saja?”
“maksud, kakang ?”
“tindakan duryudana dan saudara –saudaranya selama ini menciderai kemanusian. Mereka kerap berbuat kejahatan dengan menistakan dan merendahkan orang lain. Mereka banyak membunuh rakyat yang tak berdosa. Sebagai kesatria pembela kebenaran kita tidak bisa diam menyaksikan kesewenang – wenangan mereka.!”
“aku bisa memahami bila yang kita lawan adalah duryudana dan saudara –saudaranya yang berbuat kejahatan. Tapi, bagaimana dengan resi bisma, resi dorna, dan para rakyat astina yang tak berdosa? Sampai hatikah kita melawan mereka??”
Sri kresna terdiam. Aku bisa membaca raut wajahnya yang diliputi kegalauan. Sebagai seorang waskita sri kresna banyak memberikan nasehat dan wejangan berharga kepada keluarga pandawa. Dengan kearifan dan kebijaksanaanya pula dia mampu menjadi penengah dalam perseteruan antara kurawa dan pandawa. Dia yang mencetuskan bharatayuda sebagai jalan keadilan bagi penyelesaian pertikaian panjang diantara para pangeran kuru.
Aku yakin, sri kresna bisa ikut merasakan dilemma yang membelit hatiku. Apa pun alasannya perang hanya akan menimbulkan luka dan penderitaan. Aku berharap sri kresna bisa menyampaikan kepada para dewata untuk mencabut kutukan bharatayuda. Namun, harapanku sepertinya sia – sia.
“aku tahu perasaanmu, arjun. Kamu sangat menghormati guru besarmu Dorna dan kakekmu Bisma. Mereka orang – orang yang kamu cintai. Tapi, kamu semestinya tahu, mereka ikut berperang bukan untuk membela kurawa. Mereka berperang untuk membela kehormatan Negara astina. Mereka berperang bukan didasari oleh nafsu kekuasaan,” tutur sri kresna memberikan penjelasan.
“tapi,kakang. Keberadaan mereka ditengah pasukan kurawa menimbulkan keragu-raguan dan kemasygulan dalam hati kami. Perasaan kami diliputi kebimbangan jika berhadapan dengan mereka !”
“kesatria sejati tidak perlu ragu dan bimbang. Karena keraguan dan kebimbangan melemahkan jiwa. Kuatkan jiwamu untuk menghadapi perang ini. Darah yang tumpah dalam peperangan ini bukan darah kesia – siaan, tetapi darah kehormatan. Semua yang mati dalam peperangan ini pantas disebut pahlawan. Karena mereka berperang bukan hanya untuk menegakkan kehormatan keluarga, tapi juga kehormatan bangsanya!”
Aku tercenung mendengar ucapan sri kresna. Apa yang dikatakannya mengandung makna yang amat dalam. Selanjutnya sri kresna memberikan banyak wejangan kepadaku. Beliau menyenandungkan bhagawadgita(nyanyian orang suci) yang merasuk begitu dalam keruang kalbu. Hatiku dibuat tentram dan sejuk. Aku bisa menghayati makna kehidupan yang terkandung didalam syair bhagawadgita. Jiwaku yang tadinya lemah kini menjadi lebih kuat. Aku siap menghadapi bharatayuda. Karena perang ini bukan untuk melampiaskan hawa nafsu, melainkan menegakkan kebenaran dan keadilan.
Ketika menginjak hari yang ke sepuluh perang bharatayuda, hatiku kembali diliputi rasa bimbang dan ragu. Karena pada hari ini aku harus berhadapan dengan kakek bisma. Sungguh ini bukan suatu yang mudah untuk dijalani. Terbayang kehidupan masa kecil saat kami masih tinggal di istana astina. Kami berlima dalam pengasuhan kakek bisma. Beliau seorang tua yang arif dan biijaksana. Beliau sangat menyayangi kami. Beliau tak membeda – bedakan kasih sayangnya kepada anak – anak kurawa maupun pandawa.
Tanpa terasa air mataku menetes membayangkan wajah kakek bisma. Meskipun sudah berumur beliau masih tampak gagah dan awet muda. Sebagai kesatria beliau sangat teguh memegang prinsip. Dalam diri beliau tak ada lagi hasrat dan nafsu kepada duniawi. Kehidupannya sepenuhnya diabdikan untuk kejayaan dan kehormatan astina, negri warisan leluhurnya. Beliau rela menjadi seorang wadad(tidak menikah seumur hidup) demi menjaga keutuhan dan kesatuan astina.
Sungguh, perasaanku dibelit dilemma yang luar biasa besarnya. Seluruh syaraf dalam tubuhku seperti lumpuh saat membayangkan diriku harus berhadapan dengan orang tua yang sangat aku cintai dan dihormati. Ditengah gelombang kebimbangan ini aku lalu mencoba bersemedi, berkomunikasi dengan sang pencipta untuk meminta petunjuk. Aku ingin mencari kebenaran atas langkahku berhadapan dengan kakek bisma. Tiba – tiba aku seperti melihat jagad alam semesta terbentang didepan mataku.
Jiwaku seakan bisa menembus dimensi waktu. Aku menyaksikan semua kejadian yang pernah terjadi dimuka bumi. Aku melihat kehidupan bisma diwaktu muda. Dalam sebuah pperistiwa yang sangat dramatis bisma mengacungkan anak panah kea rah dewi amba, perempuan yang mencintainya dengan setulus hati. Karena diliputi kebimbangan antara memegang sumpah dan menuruti kata hati tanpa sadar anak panah meleset menembus jantung wanita tak berdosa itu. Kulihat bisma muda tergugu diliputi penyesalan amat dalam. Bisa kurasaka geletar perasaanya yang terluka.
Aku mengikuti perjalanan arwah dewi amba. Meski mati ditangan kekasih pujaan hati, dia merasa sangat bahagia. Dia mampu membuktikan ketulusan cintanya yang dalam. Dia berjanji akan setia menanti kekasihatinya dialam nirwana. Sementara bisa sepanjang hayatnya terus dihantui oleh baying – baying dewi amba. Meski sebelum meninggal dewi amba telah memaafkan kekhilafanya, bisma tak pernah bisa memaafkan dirinya sendiri atas perbuatannya itu.
Tiba – tiba sebuah bisikan halusmenyusup kedalam sanubariku. “wahai, titisan sang wishnu. Jemputlah kekasih hati ku dewabrata. Penuhi kewajibanmu mengantarkannya ke nirwana !”
“aku tak sanggup, dewi !” ucapku jujur.
“baiklah kalau begitu biar aku sendiri yang akan menjemputnya. Aku akanmeminjam ragamu agar bisa bertemu kekasih hatiku!”
Sebuah keajaiban terjadi. Saat aku membuka mata, kulihat diriku sudah berubah wujud. Aku bukan lagi seorang lagi laki – laki dengan kumis dan dada bidang berotot, melainkan telah menjelma menjadi perempuan. Namun, aku bukan wanita sembarangan. Dengan menyandang gendewa dan tabung panah dipunggung aku tak ubahnya prajurit perang yang siap berlaga. Aku baru sadar inilah jalan keadilan yang diberikan dewata agar aku bisa menghadapi kakek bisma tanpa rasa segan. Aku tak akan dikenal kakek bisma sebagai arjuna, melainkan srikandi.
Ya, namaku srikandi…
Tanpa ragu lagi aku segera meluncur ke tengah medan laga. Kulihat kakek bisma masih berdiri diatas keretanya. Semua serangan panah,tombak,dan pedang dari prajurit indraprasta tak satupun mampu melumpuhkannya. Dengan cekatan aku segera mengeluarkan anak panah dari tabung yang berada dibalik punggungku. Ribuan anak panah berhasil kusasarkan pada kakek bisma dan menancap disekujur tubuhnya. Tapi, beliau masih terlihat masih tegar dan berdiri tegak. Beliau tampak kaget melihat kemunculanku !
“siapa kamu?” tanyanya penuh keheranan.
“namaku srikandi!”jawabku tegas.
Untuk beberapa saat kakek bisma memandangku dengan seksama. Perasaanku dibuat jengah. Aku khawatir dia mengenaliku. Tiba – tiba dari mulutnya meluncur sebuah kalimat pendek seperti gumaman,”Dewi amba…?”
Aku tercekat, aku teringat bisikan arwah dewi amba. Aneh, tiba – tiba bibirku seperti bicara sendiri tanpa kuperintah.”ya, aku dewi amba! Aku dating untuk menjemputmu, kakang dewabrata!”
“syukurlah, akhirnya engkau dating kekasihku.!” Kedua tangan kakek bisma membentang seperti hendak menyongsong kehadiran seseorang.
Aku melihat cahaya yang memancar dijantung kakek bisma. Seperti ada yang menggerakan, tiba – tiba tanganku mengangkat gendewa. Sebuah anak panah meluncur deras dan tepat mengenai jantung kakek bisma. Tubuhnya langsung roboh, tak bangkit lagi. Dia telah mengakhiri riwayatnya, dijemput kekasih tercinta menuju alam nirwana. Seperti tersadar dari mimpi buruk aku segera menghambur mendekap tubuh kakek bisma. Menangisi kepergiannya. Langit padang kurusetra seketika berubah menjelaga.!


Dikutip dari Koran seputar Indonesia.
Eko Hartono
Lahir diwonogiri, 16 juni 1969

BacaSelengkapnya...

Powered by Trisna